Karakteristik Ujian. Ujian memiliki ciri – ciri khusus. Apa saja ciri ciri dalam karakteristik ujian? Tentunya hal ini didalam kehidupan hablum minannas dan hablum minallah. Berikut karakteristik ujian:

  1. Pertama, ujian haruslah sulit. Sebab, kalau ujian tidak sulit, bahkan sangat mudah, maka semuanya akan lulus, baik mukmin maupun munafik, akhirnya ujian tidak bisa membedakan antara mukmin dan munafik.
  2. Kedua, ujian tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil. Sebab, jika ujian tersebut mustahil dilakukan, maka kedua duanya akan gagal, baik mukmin maupun munafik.
  3. Ketiga, ujian ini harus seimbang. Artinya, sulit bagi munafik untuk lulus dalam ujian itu. Namun bukan berarti pula mustahil dilakukan. Sehingga terbuka kesempatan bagi mukmin untuk lulus dalam ujian tersebut.

Ujian Allah SWT untuk hamba-Nya tidak sedikit jumlahnya, dan berlaku terus menerus sejak manusia mendapat beban syariat sampai datangnya kematian.

Infaq dijalan Allah adalah ujiaan. Ujian ini sulit, tetapi bukan sesuatu yang mustahil. Orang mukmin mampu melaksanakannya. Sedangkan orang munafik, tidak akan mampu.

Misteri Shalat Subuh

Begitu pula bersikap baik terhadap manusia juga ujian, menahan amarah juga ujian, ridha dengan hukum Allah SWT juga ujia, berbuat baik kepada orang tua juga ujian. Demikian seterusnya…hingga seluruh aspek kehidupan. menurut sudut pandang ini adalah ujian. Allah SWT berfirman:

  • Dialah yang menjadikan mati dan hidup, agar Dia menguji siapakah diantara kamu yang lebih/paling baik amalnya. Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun (Al-Mulk:2).

Ujian memiliki variasi tingkat kesulitan. Seorang mukmin harus lulus dalam semua ujian itu untuk membuktikan kebenaran imannya, dan untuk menyelaraskan antara islam dan hatinya.